Aktif adalah: Berinvestasi untuk perubahan yang nyata

Titik perubahan untuk investasi berkelanjutan

05/01/2022
Impact investments are the future

Ringkasan

Pertumbuhan terbaru dalam aset dana LST yang dikelola menunjukkan keyakinan akan pentingnya investasi secara berkelanjutan. Komitmen ini akan hadir dengan ekspektasi yang jauh lebih tinggi di pihak investor.

Poin-poin utama

  • Aliran besar untuk dana LST menunjukkan bahwa investor yakin untuk mendukung investasi berkelanjutan dan ingin agar uang mereka memberikan dampak
  • Alih-alih mengalihkan perhatian dari keberlanjutan, pandemi Covid-19 justru menunjukkan masalah nyata yang dapat diselesaikan oleh investor
  • Tantangan bagi industri manajemen aset adalah membantu klien meraih peluang dalam era baru investasi berkelanjutan
  • Dunia juga tengah mengalami momen transformatif, sebagaimana dibuktikan oleh tindakan bermanfaat dan terkoordinasi yang diambil terhadap perubahan iklim

Tahun lalu telah menjadi titik perubahan bagi investasi berkelanjutan. Pada tahun-tahun sebelumnya, pengelola aset sering kali berfokus pada pembuktian kinerja strategi berkelanjutan. Dengan berlalunya tahun 2020, adanya aliran besar untuk strategi ini membuktikan bahwa masyarakat telah yakin akan pentingnya dan manfaat investasi secara berkelanjutan.

Ini menunjukkan perubahan mendasar dalam pola pikir. Bahkan ketika pandemi Covid-19 mengguncang pasar dan mengubah cara kerja dan hidup kita, investor membuat alokasi lebih banyak untuk strategi investasi berkelanjutan.

Pertumbuhan ini akan terus berlanjut. Dalam skenario kasus terbaik, PwC memperkirakan bahwa aset dana lingkungan, sosial, dan tata kelola (LST) yang dikelola dapat mencapai lebih dari 50% dari total aset reksa dana Eropa pada tahun 2025, yang mewakili tingkat pertumbuhan tahunan gabungan sebesar 28,8% dari 2019 hingga 2025. 1

Bahkan, alih-alih mengalihkan perhatian dari keberlanjutan, pandemi justru telah menunjukkan masalah nyata yang hanya dapat diselesaikan oleh investasi berkelanjutan. Selain itu, banyak produk keuangan berkelanjutan telah menunjukkan kinerja yang tangguh selama periode volatilitas ini. Hal ini memperjelas alasan untuk mendukung investasi berkelanjutan.

Namun, peningkatan komitmen investor hadir dengan ekspektasi yang jauh lebih tinggi. Tantangan berikutnya untuk industri manajemen aset adalah membantu klien menempatkan diri mereka untuk peluang dalam era baru investasi berkelanjutan dan membantu klien menargetkan hasil yang diinginkan.

Ini adalah tantangan yang dihadapi oleh kami semua di Allianz Global Investors. Krisis keuangan terakhir masih membayangi industri ini, dan kami harus menggunakan kesempatan ini untuk membangun kepercayaan klien dan menunjukkan tujuan kami. Artinya, kami harus mengalokasikan modal ke area yang memiliki peluang paling transformatif bagi investor dan masyarakat luas.

Dunia juga tengah mengalami momen transformatif, sebagaimana dibuktikan oleh tindakan bermanfaat dan terkoordinasi yang diambil terhadap perubahan iklim. Perjanjian Paris menetapkan target yang mengikat secara hukum bagi negara-negara untuk memerangi perubahan iklim, dan Presiden AS, Joe Biden, mengambil keputusan awal agar AS bergabung kembali dengan inisiatif global yang penting ini. Tujuan Pembangunan Berkelanjutan PBB, yang kini berusia enam tahun, memberikan cetak biru yang jelas bagi tindakan pemerintah dan menunjukkan kepada investor cara menciptakan dampak terukur terhadap masalah di dunia.

Selain itu, European Green Deal mengharuskan Uni Eropa untuk mencapai netralitas emisi gas rumah kaca pada tahun 2050, dan Tiongkok telah berjanji untuk mencapai “puncak karbon” pada tahun 2030 dalam perjalanan untuk mencapai netralitas karbon pada tahun 2060. Tentu saja peningkatan yang signifikan akan dicapai selama beberapa dekade mendatang.

Pemerintah akan melaksanakan perannya untuk mendorong perubahan yang diinginkan. Uni Eropa telah berkomitmen untuk menjadikan masalah LST sebagai bagian utama dari regulasi jasa keuangan, termasuk dengan mandat baru yang penting untuk pengungkapan terkait keberlanjutan di sektor jasa keuangan (Sustainable Finance Disclosure Regulation/SFDR). Selain itu, EU Taxonomy yang akan diterapkan pada akhir tahun 2021 akan menunjukkan arti dari dana yang diberi label “ramah lingkungan” kepada investor. Tindakan ini menetapkan acuan untuk negara lain di seluruh dunia.

Selain itu, pandemi menunjukkan bahwa pemerintah tidak takut untuk mengambil tindakan demi mengatasi krisis. Peran penting yang dimainkan pemerintah tidak dapat dielakkan, mulai dari menetapkan kebijakan tentang perubahan iklim hingga mensponsori penelitian dan pengembangan yang diperlukan untuk mengembangkan solusi nol karbon. Kita sudah sering mendengar seruan untuk “membangun kembali dengan lebih baik” setelah terjadinya pandemi, dan hal tersebut membutuhkan pemikiran yang berkelanjutan.

Meskipun sebagian besar fokus telah tepat mengarah pada perubahan iklim, sebagai pengelola aset kita harus siap untuk membantu klien menangani bidang lain dengan prioritas yang makin tinggi—termasuk menyediakan layanan kesehatan yang lebih baik, meningkatkan ketahanan pangan, menaklukkan kesenjangan digital, dan mengatasi ketidaksetaraan dalam segala bentuk—yang menjadi agenda bagi investor.

Meski masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan, dunia sudah bergerak ke arah yang tepat. Pengelola aset dapat terus menjalankan peran mereka melalui kerja sama dengan mitra dan klien—baik di sektor publik maupun swasta—untuk menciptakan peluang, bukan hanya mengidentifikasinya. Investor ingin melihat perubahan nyata, dan industri harus membantu mewujudkannya.

 


1“2022: The growth opportunity of the century”, PwC, 2020

1623990 

Jangan batasi impian Anda

Inflasi: bukan hanya sesaat

05/01/2022
Inflation: beyond transitory

Ringkasan

Belakangan ini, inflasi kembali dan membawa dampak besar. Kami percaya bahwa hal ini akan berlangsung lebih lama daripada yang diantisipasi oleh pasar keuangan dan banyak investor saat ini. Di bagian pertama dari esai yang terdiri atas dua bagian ini, kita akan melihat faktor-faktor yang mungkin menyebabkan kenaikan tanpa henti pada inflasi harga konsumen dan alasan hal ini penting bagi investor.

Poin-poin utama:

  • Lonjakan inflasi yang terjadi belakangan ini diperkuat oleh beberapa faktor yang bersifat sementara dan luar biasa, antara lain kebangkitan (rebound) dan efek basis (base effect) pasca-Covid
  • Namun, ada beberapa alasan lain inflasi harga konsumen dapat menjadi “lengket”. Alasan ini meliputi akomodasi terus-menerus dari bank sentral, kurangnya globalisasi, dan populasi yang menua.
  • Kami juga memperkirakan bahwa perjuangan melawan perubahan iklim dan kesenjangan ekonomi dapat berkontribusi pada peningkatan tekanan inflasi